Pages

Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Selasa, 30 September 2014

Kutipan: Haruskah menjadi No 1

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJpXHKbhBSVBn1xW_beeZKhRPg7qfkFxdSfmr7Y4VJMxhtLYua4CKttSP_sRO0e7x4Y_xAgJ_ITxkY3cxYtad-XVqUgG6vjoYMhJwZUBz2VCeJhDexVay2KGiEWfdAmrN08XcWuAoZIZ4/s1600/menjadi+nomor+satu+di+google.jpg
penulis: Yulvita Avianti

Dalam masyarakat kita berkembang budaya bahwa nomor satu adalah prestasi tertinggi. Terutama dalam dunia pendidikan. Anak-anak dituntut untuk menjadi juara satu di sekolahnya. Para orang tua berlomba -lomba untuk memasukkan anaknya ke lembaga bantuan belajar yang bergengsi agar anaknya bisa mendapatkan ranking satu. Bahkan dalam pergaulan pun sudah tertanam dalam pikiran anak-anak bahwa menjadi nomor satu itu adalah tingkatan yang terbaik.
Efeknya adalah berkembangnya budaya yang sukar menerima kekalahan. Karena dogma yang sudah tertanam dalam pikiran bahwa menjadi nomor dua tidaklah bisa diterima. Anak-anak sejak kecil dididik, diajarkan, didorong untuk menjadi nomor satu, menjadi juara satu. Bahkan banyak orang tua yang menghalalkan segala cara agar anak-anak mereka menjadi juara satu. Para orang tua terbiasa untuk merayakan juara satu tapi tidak pernah memberi perayaan untuk si juara dua apalagi tiga dan seterusnya. Tidak heran di masyarakat kita sekarang berkembang budaya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu.

Tidak ada yang salah mengajarkan anak untuk memiliki sifat kompetitif. Sifat kompetitif yang baik akan memacu seorang anak untuk maju dan berkembang. Akan tetapi jika berlebihan dan tidak diterapkan dengan bijaksana sifat kompetitif itu justru akan memberi tekanan pada si anak. Dan kalau itu diterima oleh anak yang bermental kuat, maka si anak akan menjadi pribadi keras dan sangat kompetitif, yang susah menerima kekalahan atau susah legowo. Sebaliknya, jika si anak tidak memiliki mental yang kuat, sifat kompetitif yang dipaksakan justru akan menjadikannya terpuruk dan tidak memiliki rasa percaya diri yang baik. Bayangkan jika seorang anak selalu dituntut untuk menjadi unggul dalam segala hal, tidak dilihat apa yang menjadi talentanya atau apa kelebihannya dan lebih parah lagi tanpa pernah dipuji atau dihargai atas usahanya. Alhasil alih-alih menjadi berhasil si anak akan menjadi tertekan atau akan tumbuh menjadi pribadi yang membenarkan segala cara agar dia bisa memenuhi apa yang dituntut dari dirinya. Inilah salah satu pemicu stres pada kaum muda yang membuat budaya bunuh diri semakin berkembang.
Sebenarnya jika kita mau sedikit merubah pandangan kita maka kita bisa menghasilkan generasi yang lebih menghargai kerja keras dan usaha alih-alih mementingkan peringkat atau predikat juara. Jika sedari kecil anak-anak diajarkan untuk memberikan usaha terbaiknya dan dipuji untuk hal itu tanpa peduli hasil akhirnya, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai proses daripada hasil. Dan itu lebih baik, sungguh. Selain mereka akan menjadi orang yang lebih percaya diri, mereka juga akan menjadi orang yang lebih menghargai orang lain.
Ajarkan putra putri kita untuk menghargai diri mereka sendiri serta kemampuan dan kerja keras yang mereka lakukan. Langkah awalnya adalah memulai dari diri kita untuk menghargai mereka. Pujilah ketika mereka sudah memberikan usaha terbaiknya, lepas dari apakah dia menjadi juara atau tidak. Tanamkan dalam pikirannya bahwa Anda menghargai usaha yang dia berikan bukan hasil akhirnya. Tidak ada yang salah untuk menjadi nomor dua, tiga dan seterusnya sejauh itu adalah usaha terbaiknya.
Hal yang tidak kalah penting adalah selalu mengingat untuk mengenal dengan baik bakat dan kemampuan anak kita. Jangan terburu-buru memutuskan bahwa anak kita kurang pandai hanya karena nilai pelajaran matematikanya tidak mencapai angka 7. Mungkin saja si anak lebih berbakat dalam menyusun kalimat, sehingga nilai mata pelajaran bahasanya selalu mendapat angka 9. Itu pengalaman pribadi saya. Selama saya sekolah saya jarang mendapat nilai baik dalam pelajaran matematika. Apakah saya bodoh? Saya pikir tidak begitu, karena nilai bahasa Indonesia saya tidak pernah kurang dari angka 8. Dan entah mengapa saya sekarang justru menjadi guru les matematika. Mungkin ketika saya sekolah matematika tidak menarik minat saya seperti pelajaran bahasa Indonesia dan itulah mengapa nilainya tidak pernah bagus. Dan terbukti itu bukan karena saya bodoh. Jadi ketika anak kita tidak mendapat nilai bagus dalam satu mata pelajaran, jangan buru-buru memutuskan bahwa dia bodoh. Atau jika ternyata anak kita tidak bagus dalam nilai akademis, coba perhatikan lagi, mungkin dia menonjol dalam seni atau dalam bidang olahraga.
Ingat selalu bahwa setiap anak adalah istimewa. Mereka lahir dengan bakat dan kemampuan yang berbeda. Bahkan dalam satu keluarga pun bisa saja si ayah jago matematika, ibu ahli melukis, dan anak-anaknya pandai tarik suara dan olahraga. Tidak ada yang salah dengan itu. Hindari untuk membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. Pun hindari membandingkan anak kita dengan teman-temannya. Bukan memotivasi jika tidak hati-hati itu justru akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Akan lebih baik jika alih-alih membandingkan, kita justru terus menyemangati dan mendorongnya untuk memberikan usaha terbaiknya. Dan berikan juga kebebasan dalam mengembangkan bakat dan hobinya. Serta jangan lupa selalu pujilah karena usahanya bukan hasil akhirnya.
Beberapa waktu yang lalu saya belajar langsung dari seorang teman yang anaknya ikut lomba balap karung dalam rangka peringat HUT RI. Si anak tidak juara, bahkan juara harapan pun tidak. Tetapi ketika dia mencapai garis finish, orang tua dan kakak-kakaknya menyambut dan memujinya mengatakan dia hebat karena berhasil mencapai garis finish. Bagi keluarga itu, proses bagaimana si kecil berusaha keras untuk mencapai garis finish lebih berarti daripada embel-embel juara. Saya percaya si anak akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai usaha, yang berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap usahanya dan memiliki mental yang kesatria dan legowo dalam menerima kekalahan. Bayangkan jika semua generasi muda dididik dalam pola asuh seperti itu, saya yakin di masa depan kebiasaan untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, termasuk melakukan korupsi, kolusi, suap, cara-cara kotor lainnya pasti bisa ditekan seminimal mungkin. Dan pastilah jumlah remaja yang terpuruk dalam hal-hal buruk karena tertekan akan semakin berkurang.

sumber: http://keluarga.com/haruskah-menjadi-nomor-satu

Rabu, 24 September 2014

Tips Dalam Memilih Teman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrMHwArV8E-IB0j4p9yJaEKJfYgZgiuQ5ysKiCl7UDcQK_yswQ5p3GDs6x-brxxRACZi1rWq4eI2C-XPZ-t3zwko_L0RLwcBfl2U30iPkpOHz7CFKHczzMM-cXjGWXxnKwT4KYLeO3LPC-/s1600/c76cbd1a213119f901c25e9045af1018.jpg

    Dalam proses menemukan jati diri, tak jarang remaja membuat kesalahan dalam mengambil langkah. Kurangnya dukungan serta arahan dari orang tua, bisa membuat remaja mengalami krisis keteladanan, jangan biarkan putra-putri Anda mengalaminya, dampingi mereka selalu dan biarkan teladan-teladan baik Anda akan selalu dipakainya hingga dia tua nanti.

    Para remaja sangat identik dengan kebersamaan, persahabatan serta kesetiaan. Setiap remaja pasti menginginkan dirinya untuk menjadi popular, dihargai dan diterima. Di dalam keluarga, apabila seorang remaja merasa tidak dihargai dan tidak diterima, maka pemberontakan yang akan dilakukannya, dia akan mencari orang lain di luar lingkup keluarga yang bersedia menerima dia, menghargainya serta mendukungnya.

    Umumnya, pengaruh terbesar seorang remaja adalah dari teman-temannya. Tak sedikit remaja yang jatuh ke dalam perbuatan negatif, akibat pengaruh buruk dari teman-temannya. Supaya dapat diterima oleh kawan-kawannya, biasanya para remaja dipaksa harus dapat menyesuaikan diri dengan tradisi yang berlaku di dalam komunitas mereka. Sebagai orang tua, Anda boleh merasa tenang, apabila putra-putri Anda memiliki teman-teman yang baik. Namun sebaliknya, Anda harus waspada serta was-was, apabila putra-putri Anda salah dalam memilih teman.

    Para remaja, kehidupan Anda adalah sebuah anugrah, kesempatan yang diberikan hanya sekali oleh Tuhan, supaya Anda memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Keputusan demi keputusan yang Anda buat dalam perjalanan hidup Anda, menentukan akan menjadi apa Anda suatu hari nanti.

    Dalam memilih teman, cara-cara yang digunakan oleh setiap remaja mungkin berbeda-beda antara satu dengan yang lain, sesuai dengan minat dan latar belakang si remaja. Dalam memilih teman, diharapkan para remaja mampu untuk menentukan dan mempertimbangkan, mana teman-teman yang baik bagi dirinya, dan mana yang dapat membahayakan dirinya.

    Para remaja! masa Anda adalah masa-masa yang sangat menyenangkan, penuh dengan semangat serta gairah. Berharap bahwa Anda tidak akan salah dalam pergaulan, berikut ada 7 tips dalam memilih teman. agar Anda dapat selalu terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain:

    1. Sering memberi nasihat

    Teman yang baik cenderung lebih sering memberi nasehat kepada Anda. ketika Anda memiliki masalah, biasanya remaja lebih mudah untuk curhat kepada teman baiknya disamping juga kepada orang tuanya. Teman yang baik akan memberi Anda nasehat yang baik pula. Namun, ketika Anda memiliki teman yang menyarankan Anda untuk berbuat sesuatu hal yang negatif, Anda harus berani mengatakan tidak dan sebaiknya Anda tidak lagi berkawan dengannya.

     2. Mampu diajak bekerjasama

    Pilihlah teman-teman yang dapat diajak untuk bekerjasama. Memiliki rekan-rekan yang mempunyai semangat serta minat yang sama, serta dapat diajak untuk bekerjasama, adalah sebuah keberuntungan. Masalah-masalah yang Anda miliki, akan terasa mudah untuk diselesaikan, jika Anda memiliki rekan-rekan demikian.

    3. Menerima apa adanya

    Seorang teman yang baik akan menerima Anda apa adanya, bukan ada apanya. Apapun kondisi Anda dan keluarga Anda, seorang teman yang baik tidak akan mempermasalahkan status Anda. Karakter demikian susah-susah gampang untuk dijumpai pada setiap orang. Jadi, jika Anda memiliki rekan yang memiliki karakter demikian, maka Anda patut bersyukur.

    4. Setia

    Hendaknya Anda menjaga kesetiaan teman Anda dan Anda wajib harus menjaga kepercayaan dirinya terhadap Anda. Ketika Anda memiliki teman yang setia, jangan pernah sesekali memanfaatkan kesetiaannya, hargailah kesetiaan dirinya, siapa tahu suatu hari nanti Anda sangat membutuhkan bantuan darinya.

    5. Tidak suka menggunakan kata-kata kasar

    Ciri-ciri seorang teman yang baik, adalah dari tutur bahasanya. Kenalilah dengan baik teman-teman Anda dari tutur bahasanya, jika Anda memiliki teman yang sering mengumpat, atau menggunakan kata-kata kotor, sebaiknya Anda menghindar untuk berkawan dengannya, supaya Anda tidak terpengaruh olehnya.

    6. Latar belakang keluarga

    Tidak semua remaja yang berasal dari latar belakang keluarga yang tidak baik akan tumbuh menjadi orang yang tida baik pula. Namun, umumnya latar belakang keluarga berpengaruh besar dalam perkembangan kepribadian diri seseorang. Kenalilah latar belakang keluarganya, bukan latar belakang ekonominya, ketika Anda memutuskan berkawan dengannya.

    7. Jujur

    Dimana-mana kejujuran adalah suatu kewajiban, termasuk dalam pertemanan. Kejujuran seseorang tidak dapat dinilai dengan apapun. Oleh karena itu, tidak hanya bagi diri Anda pribadi, seorang teman juga wajib memiliki kejujuran yang baik.

    Semoga Anda para remaja, mulai saat ini, Anda akan mereview kembali, siapa saja yang telah menjadi rekan-rekan Anda selama ini. Bukan bermaksud untuk melarang Anda untuk bisa bersahabat dengan setiap orang, tapi kenalilah dengan sebaik mungkin siapa sebenarnya teman-teman Anda saat ini. Dengarkanlah suara hati Anda, jika Anda merasa Anda telah banyak terpengaruh oleh seseorang, jika pengaruh itu positif, Anda harus mempertahankannya atau kalau bisa justru meningkatkannya, tapi kalau pengaruh tersebut negatif dan cenderung mengarahkan Anda untuk melakukan tindakan-tindakan negatif, seperti: mabuk-mabukan, merokok, vandalisme, narkoba, perkelahian, dan sebagainya. Mulai hari ini, Anda harus mampu berkata tidak dan Anda bisa segera meninggalkannya, sebelum Anda terjerumus lebih dalam dan tidak bisa kembali lagi.

    Penulis: Agung Candra Setiawan

Mangatasi Kecanduan Pornografi



Kecanduan adalah sulit untuk diatasi. Sebagai sebuah masyarakat, kita membuatnya makin sulit dengan menciptakan tanda negatif untuk yang telah mengatasi kecanduannya. Pornografi juga tidak berbeda, dan ya, pornografi adalah kecanduan.
Berjuta-juta orang di dunia terjebak oleh naluri dasar mereka, tanpa menyadari tentang apa yang dapat dilakukan untuk ke luar darinya. Ada 6 langkah yang dikembangkan untuk membantu orang-orang mengatasi kecanduan ini:

Siap menghadapi kesulitan

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/wanita-nonton-film-porno.jpg
Kita semua memiliki kesulitan, dan umumnya kita tahu kesulitan apa yang dihadapi. Sadarilah apa kesulitan tersebut dan persiapkan diri Anda. Ketika Anda mempersiapkan diri, Anda akan menyadari ketika Anda terperangkap dalam masalah ini. Ini akan memberi Anda kesempatan menghadapi langsung masalah Anda.

Memahami tubuh Anda

http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2013/04/Suami-Bisa-Selingkuh-Jika-Keseringan-Nonton-Film-Porno.jpg
Ini kedengaran agak ganjil, tetapi penting. Belajar memahami apa yang dikatakan tubuh Anda. Mengenali emosi Anda dan bagaimana merasakannya dari dalam. Cobalah memahami apa yang dikatakan emosi Anda. Bagi kebanyakan orang yang mencoba mengatasi kecanduan, pada umumnya mereka mulai merasakan emosi negatif yang menurun dengan cepat untuk beberapa hari sebelum mereka kambuh kembali. Mendengarkan dan memahami tubuh Anda adalah kemampuan yang membutuhkan waktu untuk belajar, tetapi langkah ini adalah penting yang harus Anda lakukan.

Tanggung jawab

 http://assets.kompas.com/data/photo/2010/02/11/2128106p.jpg
Ini merupakan langkah yang sulit; ini berarti Anda mengambil tanggung jawab untuk tindakan Anda. Anda juga perlu mengambil tanggung jawab untuk mengatasi kesulitan Anda. Jangan menyalahkan orang lain untuk pilihan atau situasi Anda. Ketika Anda mengambil tanggung jawab, Anda akan mulai memahami diri Anda lebih baik, yang akan membuat Anda lebih mudah mengendalikan gairah Anda.

Mengenali pemicu Anda

 http://3.bp.blogspot.com/_bXJ3WuhJnxo/TSqD4BFZOcI/AAAAAAAACBA/C4kCxWYsZss/melirik_mengintip_payudara4.jpg
Ini berarti bahwa Anda perlu memahami apa yang membuat Anda tergoda. Dengan kata lain, kenalilah apa yang mendorong Anda mendapat kesulitan itu. Socrates mengatakan “kenali diri sendiri”. Berapa banyak dari kita yang benar-benar mengenali dan memahami diri kita? Seluruh langkah ini mewajibkan Anda untuk lebih terbiasa dengan diri Anda dan memahami hal-hal dalam hidup Anda yang ikut menyumbang ke arah kecanduan Anda. Jujurlah; jangan biarkan rasa malu atau penyangkalan menjauhkan Anda dari memperbaiki hidup Anda.

Membentengi diri

 http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/dzikir-kepada-allah-ilustrasi-_120324165906-979.jpg
Begitu Anda telah mengenali pemicu Anda, persiapkan diri Anda untuk mampu mengatasi godaan. Cara yang dilakukan banyak orang berbeda-beda. Ada yang mendengarkan musik, ke luar rumah dan menikmati alam, berolah raga, atau membaca buku yang baik. Kelilingilah diri Anda – di rumah dan di tempat kerja – dengan berbagai hal, seperti gambar-gambar, lukisan-lukisan, hadiah-hadiah dari orang yang mengasihi, barang-barang yang membuat Anda tertawa, atau yang membantu Anda mengenang sesuatu yang sangat berarti, akan juga bermanfaat untuk Anda dan membantu Anda mengatasi hasrat Anda.

Kendali di tangan Anda

 http://kitaabah.com/ina/wp-content/uploads/2014/03/pengendalian-diri.jpg
Ingatlah, kendali ada di tangan Anda. Dengan kata lain, kendalikan hidup dan kesulitan Anda, jangan biarkan Anda dikendalikan oleh mereka.
Bila kita benar-benar menjalankan langkah-langkah tersebut, kita akan makin kuat, dan akan sanggup menangani apa pun yang sedang kita hadapi.


Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “How to overcome pornography addiction” karya Russell C. Gaede PsyD.
sumber: http://keluarga.com/bagaimana-mengatasi-kecanduan-pornografi

Jumat, 19 September 2014

Laporan Pendahuluan Pada Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Tumor Ginjal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWgde820bsSMslj5buCxxu_BXW8SH8-s1HcQmXyj5jrFMNFkHe6ZK6CETjfxgZzdlM2V8uerr4hyft0M_DRszTc6CGzRzQsC6WQ1IliG5ncwAb3nZ2cz9Zd2ck69jgLFnYYB11kiR13J6o/s1600/wilms+tumor.jpg

Laporan Pendahuluan
Pada Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Tumor Ginjal


oleh
Yutdy Dili Ramadhani
PO7120112210







KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
JURUSAN KEPERAWATAN
2014
LEMBAR PENGESAHAN
Nama   : Yutdy Dili Ramadhani
NIM    : PO7120112210
Judul   : Laporan Pendahuluan Pada Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Tumor Ginjal

mengetahui
                                                                                                   Banjarmasin,   September 2014
Pembimbing Klinik
LAPORAN PENDAHULUAN
PADA ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PASIEN TUMOR GINJAL

A. Konsep Dasar
1. Definisi
Tumor ginjal adalah massa abnormal yang berkembang di ginjal. Tumor Ginjal atau nephroblastoma adalah jenis tumor yang sering terjadi pada anak-anak di bawah umur 10 tahun, jarang ditemukan pada orang dewasa.

2. Etiologi
Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam saluran kemih tumbuh dan membelah secara wajar. Tetapi kadang sel-sel mulai membelah diluar kendali dan menghasilkan sel-sel baru meskipun tubuh tidak memerlukannya. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya suatu massa yang terdiri jaringan berlebihan, yang dikenal sebagai tumor.
Tidak semua tumor merupakan kanker (keganasan). Tumor yang ganas disebut tumor maligna. Sel-sel dari tumor ini menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya. Sel-sel ini juga keluar dari tumor asalnya dan memasuki aliran darah atau sistem getah bening dan akan terbawa ke bagian tubuh lainnya (proses ini dikenal sebagai metastase tumor).
Penyebab mengganasnya sel-sel ginjal tidak diketahui. Tetapi penelitian telah menemukan faktor-faktor tertentu yang tampaknya meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal. Merokok merupakan faktor resiko yang paling dekat dengan timbulnya kanker ginjal. Faktor resiko lainnya antara lain :
• Kegemukan
• Tekanan darah tinggi (hipertensi)
• Lingkungan kerja (pekerja perapian arang di pabrik baja memiliki resiko tinggi, juga pekerja yang terpapar oleh asbes)
• Dialisa (penderita gagal ginjal kronis yang menjalani dialisa menahun memiliki resiko tinggi)
• Penyebabnya tidak di ketahui secara pasti,tetapi juga di duga melibatkan faktor genetik.
Kurang dari 2 % terjangkit karena faktor keturunan.Kebanyakan kasus terjadi secara sporadik dan merupakan hasil dari mutasi genetik yang mempengaruhi perkembangan sel-sel di ginjal.

3. Tanda dan Gejala
Gejala klinis yang biasa dikeluhkan adalah nyeri pinggang, jarang dilaporkan adanya nyeri perut, namun nyeri perut dapat timbul bila terjadi infasi tumor yang menembus ginjal sedangkan hematuria terjadi karena infasi tumor yang menembus system velveo kalises. Demam dapat terjadi sebagai reaksi anafilaksis tubuh terdapat protein tumor dan gejala lain yang bisa muncul adalah:
a)      Adanya massa dalam perut (tumor abdomen)
b)      Hematuri akibat infiltrasi tumor ke dalam sistem kaliks
c)      Hipertensi diduga karena penekanan tumor atau hematom pada pembuluh- pembuluh darah yang mensuplai darah ke ginjal, sehingga terjadi iskemi jaringan yang akan merangsang pelepasan renin atau tumor sendiri mengeluarkan rennin
d)     Anemia
e)      Penurunan berat badan
f)       Infeksi saluran kencing
g)      Demam
h)      Malaise
i)        Anoreksia
j)        Nyeri perut yang bersifat kolik, akibat adanya gumpalan darah dalam saluran kencing.

4. Patofisiologi
Tumor ini berasal dari tubulus proksimalis ginjal yang mula-mula berada di dalam korteks, dan kemudian menembus kapsul ginjal. Tidak jarang ditemukan kista-kista yang berasal dari tumor yang mengalami nekrosis dan diresorbsi.
Tumor tersebut tumbuh dengan cpat di lokasi yang dapat unilateral atau bilateral. Pertumbuhan tumor tersebut akan meluas atau enyimpang ke luar renal. Mempunyai gambaran khas berupa glomerulus dan tubulus yang primitif atau abortif dengan ruangan bowman yang tidak nyata, dan tubulus abortif di kelilingi stroma sel kumparan. Pertama-tama jaringan ginjal hanya mengalami distorsi,tetapi kemudian di invasi oleh sel tumor. Tumor ini pada sayatan memperlihatkan warna yang putih atau keabu-abuan homogen,lunak dan menyerupai jaringan ikat. Tumor tersebut akan menyebar atau meluas hingga ke abdomen dan di katakana sebagai suatu massa abdomen. Akan teraba pada abdominal dengan di lakukan palpasi. Munculnya tumor dapat sejak dalam perkembangan embrio dan aka tumbuh dengan cepat setelah lahir. Pertumbuhan tumor akan mengenai ginjal atau pembuluh vena renal dan menyebar ke organ lain. Tumor yang biasanya baik terbatas dan sering terjadi nekrosis, cystic dan perdarahan. Terjadinya hipertensi biasanya terkait iskemik pada renal.
Pathway:




B.     Konsep Asuhan Keperawatan
1.      Pengkajian Fokus
a.    Identitas pasien dan identitas penanggung jawab
b.    Riwayat kesehatan
1)  Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengeluh kencing berwarna seperti cucian daging, bengkak sekitar perut. Tidak nafsu makan, mual, muntah dan diare. Badan panas hanya 1 hari pertama sakit.
2)  Riwayat kesehatan dahulu
Apakah klien pernah mengeluh kelainan pada ginjal sebelumnya, atau gejala-gejala tumor wilms.
3)  Riwayat kesehatan keluarga
Apakah ada riwayat keluarga klien pernah mengidap kanker atau tumor sebelumnya.
c.    Pemeriksaan Fisik
Melakukan pemeriksaan TTV pada klien, melakukan pemeriksaan secara head to toe yang harus diperhatikan adalah palpasi abdomen yang cermat dan pengukuran tekanan darah pada klien. Tumor dapat memproduksi rennin atau menyebabkan kompresi vaskuler sehingga mengakibatkan hipertensi pada anak.
  d. Pemeriksaan kebutuhan Fisik dan Psikososial
1. Pola Nutrisi dan Metabolik.
Dapat terjadi kelebihan beban sirkulasi karena adanya retensi natrium dan air,edema pada sekitar mata dan seluruh tubuh. Klien mudah mengalami infeksi karena adanya depresi sistem imun. Adanya mual,muntah,dan anoreksia menyebabkan intake nutrisi yang tidak adekuat. BB meningkat karena adanya edema. Perlukaan pada kulit dapat terjadi karena uremia.
2. Pola Eliminasi.
Eliminasi urine : gangguan pada glomerulus menyebabkan sisa-sisa metabolisme tidak dapat di ekskresi dan terjadi penyerapan kembali air dan natrium pada tubulus ginjal yang tidak mengalami gangguan yang menyebabkan oliguri, anuria, proteinuria, dan hematuria.
3. Pola Aktivitas dan latihan.
Pada klien dengan kelemahan malaise,kelemahan otot dan kehilangan tonus karena adanya hiperkalemia. Dalam perawatan,klien perlu istirahat karena adanya kelainan jantung dan tekanan darah mutlak selama 2 minggu dan mobilisasi duduk di mulai bila tekanan darah udah normal selama satu minggu. Adanya edema paru maka pada inspeksi terlihat retraksi dada,penggunaan otot bantu napas, teraba massa, auskultasi terdengar rales, dispnea, ortopnea, dan pasien terlihat lemah ( kelebihan beban sirkulasi sehingga menyebabkan pembesaran jantung ), anemia, dan hipertensi yang di sebabkan oleh spasme pembuluh darah.
4. Pola Tidur dan Istirahat.
Klien tidak dapat tidur terlentang karena sesak dan gatal karena adanya uremi, keletihan, kelemahan malaise, keemahan otot dan kehilangan tonus.
5. Pola Kognitif dan Perseptual.
Penigkatan ureum darah menyebabkan kuit bersisik kasar dan gatal-gatal karena adanya uremia. Gangguan penglihatan dapat terjadi apabila terjadi ensefalopati hipertensi.
6. Persepsi Diri
Klien dan orang tuanya cemas dan takut karena adanya warna urine yang berwarna merah, adanya edema, serta perawatan yang lama.

e. Pemeriksaan Penunjang
Foto thoraks (Rontgen)
Merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi ada tidaknya metastasis ke paru-paru. Arteriografi khusus hanya diindikasikan untuk pasien dengan tumor Wilms bilateral atau termasuk horseshoe kidney.
Ultrasonografi
Merupakan pemeriksaan non invasif yang dapat membedakan tumor solid dengan tumor yang mengandung cairan. Dengan pemeriksaan USG, tumor Wilms nampak sebagai tumor padat di daerah ginjal. USG juga dapat digunakan sebagai pemandu pada biopsi. Pada potongan sagital USG bagian ginjal yang terdapat tumor akan tampak mengalami pembesaran, lebih predominan digambarkan sebagai massa hiperechoic dan menampakkan area yang echotekstur heterogenus.
CT-Scan
Memberi beberapa keuntungan dalam mengevaluasi tumor Wilms. Ini meliputi konfirmasi mengenai asal tumor intrarenal yang biasanya menyingkirkan neuroblastoma; deteksi massa multipel; penentuan perluasan tumor, termasuk keterlibatan pembuluh darah besar dan evaluasi dari ginjal yang lain. CT scan memperlihatkan massa heterogenus di ginjal kiri danmetastasis hepar multiple. CT scan dengan level yang lebih tinggi lagi menunjukkan metastasishepar multipel dengan thrombus tumor di dalam vena porta.
 Laboratorium
Hasil pemeriksaan laboratorium yang penting yangmenunjang untuk tumor Wilms adalah kadar lactic dehydro genase (LDH) meninggi dan Vinyl mandelic acid (VMA) dalam batas normal. Urinalisis juga dapat menunjukkan bukti hematuria, LED meningkat, dan anemia dapat juga terjadi, terlebih pada pasien dengan perdarahan subkapsuler. Pasien dengan metastasis di hepar dapat menunjukkan abnormalitas pada analisa serum.
Biopsi
Di lakukan untuk mengambil contoh jaringan dan pemeriksaan mikroskopik.Biopsi tumor ini untuk mengevaluasi sel dan diagnosis.

3. Rencana Keperawatan
1. Analisa Data
Data
Etiologi
Masalah
Pre Operasi
Data subjektif :
§  Anak mengatakan nyeri di daerah perutnya
 Data objektif :
§  Anak tampak memegangdaerah perutnya Nyeri akut
§  Tekanan darah 140/110mmHg
§  Takikardi dan takipnea
Tumor wilms
Tumor belum menembus kapsul ginjal
Berdiferensiasi
Tumor menembus kapsul ginjal (perineal, hilus, vena renal
Nyeri
Nyeri
Data subjektif :
§  Anak mengatakan tidak mau makan
 Data objektif :
§  Terjadi penurunan berat bada
§  Makanan tidak di habiskan
Tumor wilms
Tumor belum menembus kapsul ginjal
Berdiferensiasi
Tumor menembus kapsul ginjal (perineal, hilus, vena renal
Disfungsi ginjal
Gangguan keseimbangan asam dan basa
Asidosis metabolic
Mual dan muntah
Nafsu makan berkurang

Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh.
Data Subjektif:
§  Keluarga klien selalu bertanya tentang kesehatan anaknya
Data Objektif:
§  Orang tua terlihat cemas dan gelisah dengan keadaan anaknya
§  TTV meningkat
Tumor wilms
Pre operasi
Kurang pengetahuan Keluarga dan anak
Kecemasan
Kecemasan
Data subjektif :
§  Anak mengatakan lemas dan lelah
 Data objektif :
§  Terbaring lemas di tempat tidur
§  Anak kurang bersemangatdalam beraktivitas
§  Malaise
Tumor wilms
Tumor belum menembus kapsul ginjal
Berdiferensiasi
Tumor menembus kapsul ginjal (perineal, hilus, vena renal
Intoleransi aktivitas
Post Operasi
Data subjektif:
§  Klien mengeluh nyeri
Data Objektif
§  Wajah tampah meringis
§  Skala nyeri 0-10
§  TTV meningkat
§  Gangguan Tidur
Tumor wilms
Sayatan operasi
Terputusnya kontinuitas jaringan
Merangsang pengeluaran zat proteolitik (bradikinin, histamine, serotin)
Nyeri
Nyeri
Data Objektif:
§  Adanya tanda infeksi (bengkak, kemerahan, nyeri, demam)
§  Peningkatan suhu tubuh
Tumor wilms
Sayatan operasi
Adanya luka operasi
Luka terbuka
Resiko tinggi infeksi
Resiko Tinggi Infeksi


2.   Diagnosa Keperawatan
a.    Pre operasi
1)    Nyeri akut berhubungan dengan efek fisiologis dari neoplasia
2)    Perubahan Nutrisi : Kurang dari Kebutuhan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolime, kehilangan protein dan penurunan intake
3)    Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit dan prosedur pembedahan
4)    Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kurangnya nutrisi tubuh
b.    Pasca operasi
1)    Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan
2)    Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan adanya luka operasi

3.      Rencana Asuhan Keperawatan
Pre Operasi
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Intervensi
Rasional
Nyeri berhubungan dengan efek fisiologis dari neoplasia
Pasien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat diterima anak. Dalam waktu : .....x24 jam, dengan kriteria:
§ Nyeri hilang
§ Tekanan darah dalam batas normal
§ Tidak Takikardi dan takipnea
·         Kaji tingkat nyeri

·         Lakukan teknik  pengurangan nyeri nonfarmakologis
·         Berikanan analgesik sesuai ketentuan
·         Berikan obat dengan jadwal preventif

·         Hindari aspirin atau senyawanya
·         Menentukan tindakan selanjutnya
·         Sebagai analgesik tambahan

· Mengurangi rasa sakit

·         Untuk mencegah kambuhnya nyeri

·          Karena aspirin meningkatkan kecenderungan pendarahan
Perubahan Nutrisi :Kurang dari Kebutuhan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolime, kehilangan protein dan penurunan intake
Dalam waktu …x 24 jam, kebutuhannutrisi tubuh dapat terpenuhi dengan kriteria:
§  Anak mau makan
§  Tidak Terjadi penurunan berat badan
§  Porsi makan habis
·         Catat intake dan output makanan secara akurat
·         Kaji adanya tanda-tanda perubahan nutrisi : Anoreksi, Letargi, hipoproteinemia.
·         Beri diet yang bergizi



·         Beri makanan dalam porsi keciltapi sering

·          Beri suplemen vitamin dan besi sesuai instruksi
·         Monitoring asupan nutrisi bagi tubuh
·         Gangguan nutrisi dapat terjadi secara berlahan

·         Diare sebagai reaksi oedema intestine dapat memperburuk status nutrisi
·         Mencegah status nutrisi menjadi lebih buruk
·         Membantu dalam proses metabolisme
Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit dan prosedur pembedahan 
Setelah dilakukan perawatan selama …x24 jam, pasiecemas berkurang sampai dengan hilang, dengan kriteria:
§  Keluarga klien tidak bertanya tentang kesehatan anaknya
§  Orang tua terlihat tenang dengan keadaan anaknya
§  TTV dalam batas normal
·         Kaji tingkat kecemasan klien


·         Gunakan media untuk menjelaskan mengenai penyakit

·         Jelaskan tentang pengobatan yang diberikan dan prosedur tindakan
·         Dorong orang tua untuk mengungkapkan perasaan dan dengarkan dengan penuh perhatian
·         Untuk mengetahui seberapa besar kecemasan yang dirasakan klien
·         Untuk mempermudah pemahaman orang tua
·         Untuk mengurangi kecemasan pada orang tua

·         Untuk mengetahui tingkat kecemasan orang tua dan memberi solusi sesuai tingkat kecemasan orang tua
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kurangnya nutrisi tubuh 
Setelah dilakukan perawatan selama …x 24 jam, pasiendapat istirahat dengan adekuat dengan kriteria:
§  Anak tampak segar bersemangat dalam beraktivitas
·         Pertahankan tirah baring bila terjadi edema berat
·         Seimbangkan istrahat dan aktivitas bila ambulasi
·         Intrusikan pada anak untuk istrahat bila anak merasa lelah
·         Mengurangi pengeluaran energy

·         Mengurangi kelelahan pada pasien
·         Untuk menghemat energy
·         Pasca Operasi
Nyeri berhubungan dengan inkontinuitas jaringan
Pasien tidak mengalami nyer iatau nyeri menurunsampai tingkat yang dapat diterima anak.Dalam waktu : .....x24 jam, dengan kriteria:
§ Nyeri hilang
§ Tekanan darah dalam batas normal
§ Tidak Takikardi dan takipnea
·         Kaji tingkat nyeri

·         Lakukan tehnik  pengurangan nyeri nonfarmakologis
·         Berikanan algesik sesuai ketentuan
·         Berikan obatdengan jadwal preventif
·         Hindariaspirin atau senyawanya
·         Menentukan tindakan selanjutnya
·         Sebagai analgesik tambahan

·         Mengurangi rasa sakit
·         Untuk mencegah kambuhnya nyeri
·         Karena aspirin meningkatkan kecenderungan pendarahan
Resiko tinggi infeksi berhubungsn dengan adanya insisi pembedahan
Pasien tidak mengalami resiko infeksi Dalam waktu : .....x24 jam, dengan kriteria:
§  Tidak Adanya tanda infeksi (bengkak, kemerahan, nyeri, demam)
§  Suhu dalam batas normal
·         Pantau tanda-tanda vital


·         Kaji tanda-tanda infeksi


·         Lakukan perawatan luka dengan tekhnik aseptic


·         Kolaborasi pemberian antibiotic
·         Peningkatan suhu dapat mengidentifikasi adanya infeksi
·         Mengidentifikasi tanda infeksi lebih dini sehingga bisa segera diatasi

·         Perawatan yang benar akan mempercepat proses penyembuhan yang cepat
·          Mencegah perkembangan bakteri





Daftar Pustaka
Doenges E, Marilynn, dkk. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perancanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta : EGC
NANDA, 2005/2006, Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda, Alih Bahasa Budi Santosa, Prima Medika, NANDA.
Syvia A.Price Marylin : Patofisiologi.Konsep Klinis proses-proses penyakit edisi 6.Penerbit buku kedokteran –Jakarta :EGC,2000
Wilkinson, Judith.M, 2006, Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil Noc, EGC, Jakarta.